
Bandung — Program Polantas Menyapa tidak hanya menjadi sarana pelayanan, tetapi juga ruang dialog antara Polri dan masyarakat. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Aipda Iyan saat melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa di Samsat Pajajaran, dengan mengedepankan pendekatan empatik dan komunikatif.
Dalam kegiatan tersebut, Aipda Iyan aktif menyapa masyarakat yang sedang mengurus administrasi kendaraan bermotor. Ia meluangkan waktu untuk mendengarkan langsung keluhan, pertanyaan, serta masukan dari masyarakat terkait proses pelayanan Samsat maupun persoalan lalu lintas yang sering ditemui di lapangan.
Dengan sikap yang tenang dan bahasa yang mudah dipahami, Aipda Iyan menjelaskan berbagai hal yang menjadi pertanyaan masyarakat, mulai dari prosedur pembayaran pajak kendaraan, kelengkapan dokumen, hingga imbauan tertib berlalu lintas. Pendekatan dialogis ini membuat masyarakat merasa dihargai dan diperhatikan.
Kehadiran Aipda Iyan di tengah masyarakat menciptakan suasana pelayanan yang lebih terbuka dan bersahabat. Banyak wajib pajak yang menyampaikan apresiasi karena dapat berkomunikasi langsung dengan petugas kepolisian tanpa rasa sungkan, serta mendapatkan penjelasan yang jelas dan solutif.
Melalui kegiatan Polantas Menyapa ini, Aipda Iyan berharap terbangun hubungan yang lebih dekat antara Polri dan masyarakat. Masukan yang diterima dari warga juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan Samsat ke depannya.
Pendekatan empatik dan komunikasi dua arah yang dilakukan Aipda Iyan menjadi wujud nyata Polantas Menyapa sebagai program yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.









