
Bandung — Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan di jalan dan kewajiban administrasi kendaraan bermotor, Samsat Kota Bandung Barat menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan di SMA Yayasan Wijaya Kusuma (YWK) Bandung, pada Jumat, 7 November 2025.
Kegiatan ini dipimpin oleh Aipda Aep, yang turut memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai pentingnya tertib berlalu lintas serta peran aktif generasi muda dalam menciptakan budaya aman di jalan raya.
Dalam sesi tersebut, Aipda Aep juga menyampaikan pentingnya kedisiplinan dalam membayar pajak kendaraan bermotor sebagai bentuk tanggung jawab warga negara sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kami ingin menanamkan sejak dini bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Remaja harus memahami aturan lalu lintas, menghargai pengguna jalan lain, dan tidak mengabaikan aspek legalitas kendaraan,” ujar Aipda Aep di sela kegiatan.
Para siswa SMA YWK Bandung terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif bertanya seputar tata cara berkendara yang aman, penggunaan helm berstandar SNI, serta dampak hukum dari keterlambatan pembayaran pajak kendaraan.
Aipda Aep menjelaskan bahwa pajak kendaraan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari kontribusi untuk perawatan dan peningkatan infrastruktur publik yang digunakan bersama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Polantas Menyapa” yang diinisiasi Ditlantas Polda Jawa Barat, bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Dengan pendekatan yang ramah, edukatif, dan humanis, sosialisasi ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, lebih taat dalam berkendara, serta selalu menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan,” tutup Aipda Aep.
Kegiatan Polantas Menyapa di SMA YWK Bandung ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah, yang menilai bahwa edukasi langsung dari Polri mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya keselamatan dan kepatuhan administrasi kendaraan.








